Popular Post

Posted by : Unknown Senin, 08 Juli 2013

Tentang Pertanyaan Sederhana ??"





Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan yang sedang berjalan ataupun yang telah berlalu. Seperti pertemuan lalu perpisahaan, seperti tangis mengerikan lalu tawa yang terdengar merdu, seperti juga kita yang menjalani kisah kecil di jalan kecil kehidupan kita. Mereka yang datang lalu pergi, mereka yang memberi kebahagiaan lalu menuai rasa sakit yang sama. Semuanya hanya sebuah proses, proses yang harus kita lalui, sekalipun sulit, sekalipun menyakitkan.

Disana, diujung jalan itu kita sering sekali bertanya tentang jalan yang akan kita pilih. Sesaat langkah itu terhenti dalam kekhawatiran bahwa pada akhirnya kita salah memilih, salah berharap, salah melangkah dan akhirnya kita akan kehilangan sekeping hati bersama harapan-harapan yang kita rapalkan sepanjang malam. Kemudian langkah kita terhenti diujung jalan sana, terhenti beberapa waktu, terdiam membeku. Dan kita tetap tak punya pilihan selain terus berjalan sekalipun jalan yang kita pilih akan membawa kita ketempat tujuan atau bahkan ke kota kematian di mana harapan kita terkubur disana.

Setiap manusia mempunyai jalan kehidupannya masing-masing, mempunyai pilihan yang terbaik untuk hidup mereka. Setiap nafas itu terkadang lebih sesak dan mendesak hati mereka, terkadang putus asa dan meminta tuhan menguatkan sekeping hati yang tak sanggup lagi berharap. Tapi bukankah hidup itu pengulangan, mengulang setiap rasa sakit, mengulang setiap tawa, dan mengulang tentang rasa yang menguap satu-satu dalam kotak memori mereka.

Tentang kehidupan yang tak sempurna. Aku pernah bertanya tentang kehidupan yang tak sempurna, tentang perasaan yang tak mendapat tempat yang menyenangkan, tentang dahaga yang sering mencekik. Apakah itu hanya pikiran manusia egois sepertiku, bukankah tuhan lebih tahu tentang hati kita, tentang apa yang terbaik bagi kita. Terkadang kita lupa, selalu meminta hak tanpa bertanya pada jiwa kita, tentang apa yang telah kita berikan pada tuhan. Tuhan memang tidak adil bukan, ketika kita hanya meminta sedikit, Dia memberi kita kesempurnaan yang tak pernah terlihat mata mereka. Kemudian tentang kesempurnaan itu, berkacalah pada cermin yang besar sehingga kita, mereka mampu melihat betapa kerdilnya diri kita.

Tentang rasa. Tuhan memberi kita sekeping hati yang dipenuhi kasih dalam naungan asmara yang agung. Kita memiliki sekeping perasaan tulus pada hakikatnya dia bernama cinta. Tidak sederhana ketika cinta tidak pada pemahaman yang baik. Sering sekali merasa bodoh, sering sekali mengumpat, dan terlalu sering berkata "kenapa harus dia kenapa tidak orang lain yang juga mencintaiku". Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang kemudian memberikan kita sekeping tawa diantaranya, dan memberikan kita perasaan-perasaan yang membahagiakan bukan tanpa alasan, karna pada hakikatnya setiap pertemuan itu adalah takdir yang harus terjadi. Kadang merasa lelah, dengan terus memberi tanpa penerimaan yang ikhlas. Terkadang kita harus lebih memahami tanpa boleh mengeluh tentang dia yang mengabaikan kita. Tahukah, tuhan sedang menguatkan kita, mengajari kita agar lebih sabar, memuliakan kita ketika kita tak pernah berpaling dan terus merapalkan doa untuknya. Dan Memberikan kita sebuah pemahaman tentang proses keikhlasan yang menyakitkan. Pada hakikatnya cinta sejati adalah melepaskan dan memaafkan. Mungkin tuhan akan mengganti setiap rapalan do'a dan harapan kita pada tangga langit yang lebih tinggi, kenyataan yang lebih membahagiakan. Jadi tentang rasa biarkan ia hidup dalam hatimu, sekalipun dia bukan yang tuhan pilihkan untukmu.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Iha Al-banna Manhaj - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -