- Back to Home »
- Cinta Memberiku Sayap (Part 1)
Posted by : Unknown
Rabu, 29 Mei 2013
Cinta memberiku sayap untuk terbang, terbang setinggi-tingginya . Nadia masih dengan wajah segarnya memandang kehangatan senja sore itu. Gadis dua puluh tahun itu merasakan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Perasaan yang sangat indah yang mampu membuat hasrat hatinya merekah. Nadia jatuh cinta, hatinya bermekaran bak bunga-bunga dimusum semi. Lelaki itu bernama aditya pahlevi, Remi biasa ia disapa. Pesona remi mampu meruntuhkan dinding hati nadia yang selama ini tak pernah tersentuh cinta dari lelaki manapun . Gadis dua puluh tahun itu memang terkesan cuek dan tidak mengenal istilah pacaran dalam kamus hidupnya. Sebenarnya nadia adalah gadisyang bisa dibilang cukup sempurna dan tidak susah untuk cari gebetan. Nadia itu gadis yang cantik, pintar, mandiri namun individualis dan terlalu tertutup .
Nadia adalah wanita muslimah yang menyimpan sejuta misteri dalam hidupnya, ia tak membiarkan siapapun menyentuh rana pribadinya. Bagi nadia seseorang bertanya mungkin hanya sekedar ingin tahu dan tak benar-benar peduli padanya dan tak ada gunanya menceritakan setiap benang kusuthidupnya. Dia lebih memilih mengadu pada sang penciptanya yang setia mendengar keluh kesahnya dan tak pernah beranjak dari sisinya sedetikpun. Kehidupannya hanya sebuah pengulangan setiap harinya , terlalu monoton bahkan terkesan tidak menikmati hidup itulah yang ada dipikiran orang-orang yang mengenalnya. Dari jam 08.00 – 17.00 nadia bekerja disalah satu perusahaan frienchiese yang bergerak dibidang Properti . Malam nadia menjadi mahasisiwi manajemen di universitas swasta dikotanya. Kadang gadis manis itu bekerja terlalu keras,Sangat keras. Namun tak ada yang bisa membendung keinginan nadia sekalipun ibunda terkasihnya . Umi (sapaan ibunda
nadia) sering terkukuh sedih melihat anak ketiganya itu yang seakan tak pernah ada gurat-gurat lelah diwajahnya yang selalu terlihat pucat pasi itu .
Sepulang dari kampus malam itu sekitar pukul22.45 , nadia langsung masuk kekamarnya setelah mencium tangan umi yang segera membukakannya pintu sesaat ia mengetuk pintu itu dengan nada pelan . Umi memang selalu menunggu nadia setiap malam untuk membukakanya pintu karna umi tak maunadia menunggu lama. Setelah menaruh tasnya di kapstok kamar, nadia duduk dikursi meja belajarnya. Matanya menatap kosong kearah jendela , Ia menarik nafasnya panjang seolah ingin melepaskan beban yang menimpali hatinya. Sesaat ia menunduk tatapanya masih saja kosong masih tak ada nyawa. Dua puluh menit berlalu, gadis itu masih tak sadar apa yang sedang ia pikirkan hanya saja hatinya terasa begitu lelah sangat lelah malam itu.
Krreekk… Pintu kamar nadia terbuka perlahan ,
“Belum tidur nak ..??” suaralembut itu membuyarkan lamunan nadia
“Umi, belum ngantuk umi ..??“tatap nadia kearah umi sambil tersenyum tipis
Umi berjalan kearah nadia, laludibelainya pundak nadia. “ kamu kenapa ,nak ??”Sepertinya hatimu sedangrancuh!! Kau sedang memikirkan sesuatu , cerita sama umi ?? “ Tanya umi bertubi-tubi
Nadia hanya tersenyum lembut membalas senyuman umi yang senantiasa meneduhkan hatinya.
“Aku nggak apa-apa umi , hanya sedikit lelah …”ucap nadia lembut memegang tangan umi.
“Aku nggak apa-apa umi , hanya sedikit lelah …”ucap nadia lembut memegang tangan umi.
“Benar kamu nggak apa-apa??”tanya umi tak percaya
“nadia baik-baik aja, umi nggakusah khawatir .”ucap nadia meyakinkan .
“Kalau ada apa-apa cerita sama umi yah di, jangan disimpan sendiri ….”umi tersenyum membelai pundak nadia sekali lagi lalu pergi meninggalkan nadia yang masih mematung tak beranjak.
Sepuluh menit setelahkepergian umi, nadia beranjak dari tempat duduknya berpindah ketempat tidur. Dia mulai memejamkan matanya perlahan .
Dreettt..drettt.. Suara ponsel nadiaberbunyi. “1 pesan masuk” . Nadia memakai kacamatanya kemudian segera dibacanya pesan singkat (SMS ) itu . “kamu udah tidur di, Remi “. Ternyata sms itu dari remi , orang yang nadia begitu kagumi . Beberapa kali nadia menggeleng-gelengkan kepalanya karna mungkin saja ia salah baca, pikir nadia. Namun itu memang SMS dari remi , tak urung membuat hati gadis itu seakan mendapat angin segar. Senyumnya mengembang tipis dipangkal bibirnya, dibalasnya pesan dari remi .”Belum , ada apa yah??” Jemari itu begitu cepat membalas pesannya .
” Oh, gak apa-apa sih di , kamu lagi apa ??”.
“Aku mau tidur :D , km sendiri lagi apa ??”balas nadia cepat .
“Aku mau tidur :D , km sendiri lagi apa ??”balas nadia cepat .
“ Aku lagi ngerjain tugas buat besok . yaudah kamu tidur gih kalo udah ngantuk :D. “lanjut remi.
Karna rasa kantuknya yang tak lagi bisa kompromi, walaupun sebenarnya masih ingin SMS an dengan lelaki pujaan hatinya itu , nadia lebih memilih mengistirahatkan tubuhnya.
****
Entah ada angin apa tiba-tiba remi yang dulunya bahkan kemarin-kemarin masih terkesan cuek dan nggak peduli dengan keberadaan nadia kini mulai ramah padanya. Padahal nadia sudah ingin melupakan perasaannya pada remi yang mulai tumbuh enam bulan yang lalu,karna sedikitpun remi tak pernah memandang nadia, itu membuatnya lelah .Tapi Akhir-akhir ini sikap remi mulai berubah jadi sosok yang ramah dan juga hangat padanya. Tak ada yang mampu menggambarkan betapa bahagia hati nadia saat ini,wajahnya tampak lebih ceria dan lebih banyak senyuman yang menghiasi bibirnya. Bagi nadia pertemuannya denganremi adalah cara tuhan memberikan kehidupan yang lebih baik untuknya. KIni hatinya tak lagi kosong perhatian-perhatian kecil dari lelaki itu mampu membuatnya begitu bahagia. Remi memang sosok yang luar biasa , setidaknya itulah yang ada dalam benak nadia. Parasnya yang manis, akhlaknya yang karimah dan prilakunya yang istiqomah mampu memikat hati gadis manis itu.
***
“Jika hati itu memilihmu, aku bersyukur karna orang itu adalah kau. Karna saat pertama kali aku jatuh cinta allahmemilihkanku orang yang tepat. Setidaknya karna kau hidupku sedikit berwarna,tak datar lagi. Aku mulai belajar banyak hal dari perasaan yang sekeping itu.Perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumya, indah dan merekah bakbunga-bunga dimusim semi. “gumam nadia dalam hati , dan tersenyum tipis pada remi yang sedari tadi sibukmengetik.
