Tentang Hujan - Audrey & Kaelan -II
By : UnknownHal. 16
Saat Arka memberikan buku diary audrey pada kaelan.
Saat itu kay tahu keadaan drey, bagaimanapu kay berusaha menguatkan hatinya tetap terasa sakit disana. Kay takut mungkin ia tak memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu yang mungkin ingin drey dengar sebelum ia pergi.
Tentang Hujan - Audrey & Kaelan
Oleh: sutihat rahayu suadhi
Kaelan membaca lembar demi lembar buku itu. Sampai pada satu halaman ada setangkai mawar yang sudah kering disana , diatasnya terdapat tulisan audrey ..
” Hujan mengirimkan setangkai mawar bernama kaelan , entahlah dari negeri mana dia berasal tapi aku menyukainya seperti aku menyukai hujan bulan juni...”.
” Cairan implusive menggenangi kelopak mata kaelan. Ia kembali membaca setiap halaman diary audrey. Sampai pada halaman terakhir,
Dear kaelan,
Audrey nata harina, aku ingin kau mengingat namaku. Suatu saat aku akan pergi kay. Aku jatuh cinta pada lelaki sederhana, kaelan. Drey hanya gadis yang menunggu kematiannya. Pertama kali kita bertemu, jatuh cinta, sampai akhirnya aku hanya bisa merindukanmu dalam hujan. Kay, aku audrey yang mencintaimu dalam keterbatasanku. Ada sekeping kebahagiaan yang kau tawarkan dalam kesedihan yang kurasakan. Begitu sederhana, cinta ini bernaung dalam hatiku, dengan merindukanmu setiap hujan turun. Ratusan hari aku berdiam dalam sunyi, menunggu hujan datang dan membawa memoribiliamu menghangatkan setiap kebekuan dalam hatiku. Aku selalu meminta agar tuhan menyampaikan surat yang kutitipkan pada hujan untukmu kay. “Seandainya kau mencintaiku seperti aku yang mencintai hujan tentu kita akan bersama dalam naungan asmara yang agung. Tapi tidak kay, tuhan mempertemukan kita hanya untuk saling mengingat tentang cinta sederhana. Aku tidak ingin kau mencintaiku. Ingatlah aku sebagai batas kenangan yang sudah harus pergi. Bahagia itu sederhana, sesederhana waktu yang membawa kita pada pertautan yang tak pernah pada kebersamaan. Dengarkan ini kay, tentang hujan, tentang kita, tentang cerita yang sudah harus usai.
Audrey, Hujan bulan juni.”
Saat Arka memberikan buku diary audrey pada kaelan.
Saat itu kay tahu keadaan drey, bagaimanapu kay berusaha menguatkan hatinya tetap terasa sakit disana. Kay takut mungkin ia tak memiliki kesempatan untuk mengatakan sesuatu yang mungkin ingin drey dengar sebelum ia pergi.
Tentang Hujan - Audrey & Kaelan
Oleh: sutihat rahayu suadhi
Kaelan membaca lembar demi lembar buku itu. Sampai pada satu halaman ada setangkai mawar yang sudah kering disana , diatasnya terdapat tulisan audrey ..
![]() |
| Tentang Hujan- Audrey & kaelan |
” Hujan mengirimkan setangkai mawar bernama kaelan , entahlah dari negeri mana dia berasal tapi aku menyukainya seperti aku menyukai hujan bulan juni...”.
” Cairan implusive menggenangi kelopak mata kaelan. Ia kembali membaca setiap halaman diary audrey. Sampai pada halaman terakhir,
Dear kaelan,
Audrey nata harina, aku ingin kau mengingat namaku. Suatu saat aku akan pergi kay. Aku jatuh cinta pada lelaki sederhana, kaelan. Drey hanya gadis yang menunggu kematiannya. Pertama kali kita bertemu, jatuh cinta, sampai akhirnya aku hanya bisa merindukanmu dalam hujan. Kay, aku audrey yang mencintaimu dalam keterbatasanku. Ada sekeping kebahagiaan yang kau tawarkan dalam kesedihan yang kurasakan. Begitu sederhana, cinta ini bernaung dalam hatiku, dengan merindukanmu setiap hujan turun. Ratusan hari aku berdiam dalam sunyi, menunggu hujan datang dan membawa memoribiliamu menghangatkan setiap kebekuan dalam hatiku. Aku selalu meminta agar tuhan menyampaikan surat yang kutitipkan pada hujan untukmu kay. “Seandainya kau mencintaiku seperti aku yang mencintai hujan tentu kita akan bersama dalam naungan asmara yang agung. Tapi tidak kay, tuhan mempertemukan kita hanya untuk saling mengingat tentang cinta sederhana. Aku tidak ingin kau mencintaiku. Ingatlah aku sebagai batas kenangan yang sudah harus pergi. Bahagia itu sederhana, sesederhana waktu yang membawa kita pada pertautan yang tak pernah pada kebersamaan. Dengarkan ini kay, tentang hujan, tentang kita, tentang cerita yang sudah harus usai.
Audrey, Hujan bulan juni.”
TENTANG HUJAN - audrey & kaelan
By : Unknown
TENTANG HUJAN - audrey & kaelan
oleh : sutihat rahayu suadhi
![]() |
| tentang hujan - audrey & kaelan |
Hari itu hujan datang di bulan
juni seperti tahun-tahun sebelumnya.
Audrey selalu menyukai hujan.
Diantara hujan itu kenangan akan kaelan menguap satu-satu dimemoribilianya.
Butiran bening mengambang dikelopak mata audrey. Kesedihan itu datang dalam
hujan yang membasahi jemari tangannya
yang menengadah . Perlahan rintik air hujan mulai mendinginkan hatinya, kaelan
memang bukan hal sederhana yang bisa audrey lupakan. Berapa lamapun waktu yang
mengganti hujan kemusim berikutnya tak bisa mengubah begitu saja perasaannya.
Audry eselalu bahagia saat memoribilia itu membawanya pada kenangan akan kaelan
yang tanpa ia sadari senyumnya mengembang dipangkal bibirnya.
Betapa
dua hati itu bertaut dalam ketidaktahuannya, hanya hujan yang tahu seberapa
rindu itu lebih banyak dari air yang jatuh dari langit. Betapa kesedihan itu
terus saja bergulir dihati mereka, tentang cinta, tentang hujan, tentang kita.
***
Hari
itu hujan terakhir dibulan juni, entah
gadis berparas manis itu ingin pergi kesuatu tempat. Audrey dalam kesederhanaannya, tidak berlebihan namun
tetap terlihat anggun. Balutan dress hijau panjang dengan kerudung ta’aj yang
membuatnya terlihat lebih cantik, ya begitulah drey. Tempat itu adalah taman di
pinggir kota yang pernah drey datangi dengan kaelan . Taman yang tak seindah surga, bahkan tidak terlalu terurus. Namun tanaman liar dan
segala sesuatu yang ada ditaman itu tampak indah dimata drey , masih sama
seperti dua tahun lalu saat ia bersama kaelan bersenda ditempat yang sama.
Mawar liar, ilalang kering, rumput-rumput liar
tak drey rasakan berbeda hanya sekarang tak ada lagi kaelan , mungkin
tidak akan pernah ada lagi memoribilia
yang sama. Duduk sendiri di kursi yang
usang , tempat dimana ia duduk bersama kaelan . Termenung melihat langit
yang saat itu teduh, mawar liar
yang menyisakan kerinduan yang dalam . Audrey ingat saat itu kaelan
pernah mencarikannya setangkai mawar liar ditempat itu , mawar yang masih ia
simpan sampai sekarang .
“Audrey.....!!”
Suara itu tidak asing ditelinga
drey, kaelan. Suara merdu kaelan memecahkan keheningan ditempat itu. Audrey
perlahan membuka matanya yang sedari
tadi terpejam . Kaelan, dihadapannya dengan senyuman yang masih sehangat dulu,
Hanya tubuhnya lebih kurus sekarang. Kaelan mendekat kearah gadis yang tengah menahan
tangis kesedihannya, drey masih tak percaya tentang kaelan yang kini tepat
berada dihadapannya.
“Sudah lama tidak bertemu...!!”
desis kaelan memulai bicaranya.
Audrey mengangguk, dengan
tatapan kesedihan dimatanya. “Ia, sudah lama sekali..!!”sambut audrey
“Tempat ini sudah banyak berubah
!!” Bagaimana kabarmu drey ??” tanya kaelan canggung
“Tidak juga, tempat ini jauh
lebih indah sekarang. Meskipun tidak terurus karna disini kita bisa merasakan
seperti apa hening dan kesendirian. Kabarku baik kay, kamu sendiri gimana ??”
“Ditempat ini memoribilia kita
bisa terbang bebas, semuanya menjadi lebih sederhana bukan . Kebahagiaan itu,
kesedihan itu, dan perasaan-perasaan yang hampir tak pernah berdamai akan tenang disini.
Seperti yang kamu lihat, aku pun baik drey ...” senyum kaelan mengembang
dipangkal bibirnya menatap drey dalam-dalam.
Audrey tersenyum tipis sembari
menenangkan hatinya. Ini bukan mimpi, kaelan ada dihadapannya, ia bisa
mendengar suaranya, wajahnya dan senyuman kaelan yang begitu ia rindukan .
Mereka hanya saling mengingat
memoribilia ditempat itu. Suara tawa yang menyelingi pembicaraan audrey dan
kaelan. Meski kecanggungan itu masih menjaga jarak diantara mereka tapi tidak
mengurangi kebahagiaan yang menaungi hati keduannya. Kamu tahu pertautan
perasaan antara dua orang yang saling merindukan, dan mati-matian menahan
hasrat untuk bertemu, pada akhirnya tuhan yang mempertemukan dengan cara yang
tak bisa terduga. Do’a itu selalu sampai, tuhan mendengarnya dan menyimpannya
untuk saat yang tepat.
Catatan; Ini potongan cerita dari novel yang lagi coba gue bikin, pengen cepet selesai dan bisa tahu endingnya. Tapi gue masih harus banyak belajar nulis, gue pengen bikin tulisan yang bagus yang bisa bikin orang selalu teringat saat mereka baca tulisan gue.
Happy reading ^_^
Happy reading ^_^
Kepingan Hati
By : Unknown
Kepingan Hati
![]() |
| kesendirian sebengis kematian |
Hari ini sikapmu kembali dingin, lebih dingin dari hari kemarin entah ada apa denganmu. Tak sepatah katapun keluar dari bibirku bahkan hanya untuk bertanya bagaimana keadaanmu hari ini, tidak sama sekali. Aku menahan pahit menelan kegetiran hatiku karna aku selalu jadi orang terakhir yang tahu keadaanmu. Rasa sedih , putus asa senantiasa menggelayuti pikiranku begitupun rasa cemburuku menghimpit ketika wanita itu yang pertama tahu bahkan hal-hal kecilyang aku tak pernah tahu darimu.
Ribuan pertanyaan itu menari-nari dalam benakku. Sungguh aku tidak mengerti dirimu atau isi kepalamu. Seperti sesak didada ini masih akan panjang . Setiap kaliaku berfikir untuk melepaskanmu, lebih tepatnya melemparkan perasaan ini kemega sana biarlah angin membawanya ketempat yang sangat jauh. Setiap aku memikirkannya otakku seperti mati saat itu juga. tapi apa bedanya sekalipun aku terus mencintainya dia tak pernah melihatku seperti dia melihat wanita itu dengan tatapan berbinar-binar dan senyum yang khas yang menghiasi bibirnya,tidak sekalipun itu padaku.
Rasanya hatiku terkoyak sembilu, saat aku melihat kata-kata mesra diantara mereka dijejaring sosial itu. Yah, aku memang selalu update statusnya tak pernah seharipun terlewat untuk mengecek akunnya. Meski kadang lebih baik aku tak melihatnya. Wanita-wanita itu selalu saja mampir distatusnya. Oh tuhan ,bagaimana aku bisa segila ini. dimana harga diri yang selalu aku agung-agungkan, dimana individualismeku yang dulu kental ?? aku rindu diriku yang dulu.
Cinta ini begitu saja merubah hidupku,membuatku merasakan hal-hal aneh yang tak pernah ada sebelumnya. Bagaimana mungkin aku bisa merasakan sangat bahagia sekaligus begitu sedih secara bersamaan . Ini sudah diluar logika, nalarku pun tak sanggup membendung hasrat yang kian mekar. Namun sesaat saja aku menjadi limbung, layu, dan tak punya semangat hanya karna sikap dinginnya yang membuat hatiku pedih, entah sepedih apa.
***
Dengan perasaan campur aduk , sore itu aku bertemu dengan dimas, lelaki itu. Rona merah langit menjingga, remang cahaya matahari terlihat sayup-sayup ditaman itu . Kulihat dia duduk dikursi panjang ditaman itu dimana dia memintaku datang menemuinya. Dari kejauhan aku memandangnya sejenak, beberapa menit kemudian langkah kakiku membawaku pada sosok manis itu. Dimas menyambutku dengan senyuman hangatnya, senyuman termanis yang pertama kali kulihat setelah setahun aku mengenalnya, senyuman yang ikhlas dia berikan untukku.
"Dian ..!!" panggilnya melambai-lambaikan tangan kearahku ..
Senyum tipis kukembangkan dari bibirku seraya mempercepat langkahku yang sedari tadi ragu. Tepat disampingnya kini aku berdiri .."udah lama nunggunya dim ..?? sapaku membuka pembicaraan diantara kami. "Nggak kok , duduk di.."ucap dimas menggapai tanganku menarikku duduk disampingnya. Bagiku ini kebahagiaan yang sudah lebih dari cukup, aku tak peduli lagi alasan mengapa dimas memintaku bertemu, hanya menunggu ia bicara .
"Aku kira kamu nggak akan datang?? desisnya
" tapi aku ada disini sekarang, kamu mau bicara apa..!!" tanyaku yangtak berani melihatnya dan hanya menunduk.
"Aku harap ini salah , aku merasa akhir-akhir ini kau menjauhiku?? apa aku punya salah padamu ??" bicara dimas tak sekalipun menatapku..
Sejenak aku terdiam , membeku , tepatnya berfikir atau sedang merangkai kata-kata atau mungkin alasan untuk menjawab pertanyaannya. Karna aku puntak mengerti kenapa beberapa minggu ini aku mulai menjauhinya dikampus. Bibirkuseketika kelu, kata-kata yang kurangkai dalam benakku tak sanggup kumuntahkan dihadapannyahanya diamku yang menyambut pertanyaannya. "Aku lelah , menjadi satu-satunya orang yang terakhir tau keadaanmu. Mencintaimu yang hanya menganggapku orang asing. Harus melihatmu dengan wanita-wanita yang seolah menjadi bayang-bayang dibelakangmu dan menelan pil pahit bahwa ternyata satu diantara mereka adalah wanita yang kaucintai...."gumamku dalam hati.
"mungkin perasaan kamu aja dim, aku sibuk akhir-akhir ini jadi mungkinkelihatan cuek..??"jelasku sekenanya
" Benar hanya itu, tak ada yang lain??"Tukasnya tak percaya
"Iya, apakah ada yang lain yang ingin kau dengar !!" terkadang aku merasa bodoh dengan diriku, tak tau apa yang harus kulakukan.."
"Mengapa kau selalu dalam pemhamanmu, tanpa bertanya tanpa berkata apapun ??"Aku ingin tahu perasaanmu di..!!"Desis dimas
"Ketika rindu itu , hanya kita yang merasakan itu tetap disebut rindu. Ketika kamu memprioritaskan orang itu dan dia hanya menjadikanmu alternatif pilihan saja, apa bisa kita bertahan pada posisi dimana kamu tak pernah dilihatnya??"gumamku lanjut
Next Day---
Diary buny tawon --tawon
APA ARTINYA AKU BAGIMU ????
By : Unknown
APA ARTINYA AKU BAGIMU ????
Kita pernah bersama lalu berpisah;dan
aku yang meninggalkanmu
kemudian kita kembali memulai;dan
kini akhirnya kita kembali berpisah,
aku yang membuatmu memilih pergi.
katamu aku selalu menyakiti hatimu..
kau membuatku merasa seperti seorang pendosa; ketika berada diantara yang mengharap dan melepas
yang mencela jiwaku tuk membuatmu lega,
taukah kau seperti apa saat aku berada disampingmu; gelap dan tak terlihat
terdiam kala banyak yang kau miliki dan aku tidak,
seakan tak seorangpun memandang kearahku,
karna bagimu aku tak pernah benar-benar ada.
berhenti membohongi dirimu,
bukan aku yang kau cintai tapi dirimu dengan segala kehendakmu .
kau tak tahu bagaimana kau menyakitiku dengan segala kerendahanku ,
lalu aku kan berhenti menyakitimu;dan menciptakan jarak yang tak terlihat, hati yang perlahan menjauh..
maafkan aku ...
karna aku hanya sebutir debu dihatimu..
adakalanya aku merasa kau seperti dunia yang membahagiakan; diantara
prahara yang membebani hati ini
dengan tawa khas yang selalu kau tawarkan dalam kepedihanku,
diantara mereka ada satu nama yang kau ingat dalam kesendirianmu ,entahlah apa artinya aku bagimu .....
aku yang meninggalkanmu
kemudian kita kembali memulai;dan
kini akhirnya kita kembali berpisah,
aku yang membuatmu memilih pergi.
katamu aku selalu menyakiti hatimu..
kau membuatku merasa seperti seorang pendosa; ketika berada diantara yang mengharap dan melepas
yang mencela jiwaku tuk membuatmu lega,
taukah kau seperti apa saat aku berada disampingmu; gelap dan tak terlihat
terdiam kala banyak yang kau miliki dan aku tidak,
seakan tak seorangpun memandang kearahku,
karna bagimu aku tak pernah benar-benar ada.
berhenti membohongi dirimu,
bukan aku yang kau cintai tapi dirimu dengan segala kehendakmu .
kau tak tahu bagaimana kau menyakitiku dengan segala kerendahanku ,
lalu aku kan berhenti menyakitimu;dan menciptakan jarak yang tak terlihat, hati yang perlahan menjauh..
maafkan aku ...
karna aku hanya sebutir debu dihatimu..
adakalanya aku merasa kau seperti dunia yang membahagiakan; diantara
prahara yang membebani hati ini
dengan tawa khas yang selalu kau tawarkan dalam kepedihanku,
diantara mereka ada satu nama yang kau ingat dalam kesendirianmu ,entahlah apa artinya aku bagimu .....
Makan Tuh Cinta !!
By : Unknown
Makan Tuh Cinta !!
Pagi ini sepertinya menjadi pagi yang gak begitu cerah buat
Nanda. Pasalnya cewek yang hobby jogging dan nyolong rambutan
tetangganya ini keliatan sumpak dan bete abis.
"Muka lo kenapa, Nan? lecek gitu. Lupa di gosok ya?" , ceplos Tyas
"Bener-bener sial hidup gue", Nanda meletakkan tasnya
"Emang ada apaan?", tanya Gina
"Lo tau gak sih, ternyata cowok yang satu komplek sama gue dan lagi gue incer itu satu spesies kayak Chiko sama Vicky, mantan-mantan gue sebelumnye", rutuk Nanda
"Satu spesies? maksud lo? gak ngerti gue", ujar Maudy, Tyas dan Gina ikut mengangguk
"Jadi gini ceritanya, kemaren malem kan ada acara arisan Ibu-ibu komplek di rumah gue, trus dia sama nyokabnya juga dateng", pikiran Nanda menerawang ke beberapa jam yanga lalu saat peristiwa itu terjadi.
"Gue mesti cakep malem ini", ucap Nanda sambil memoleskan bibirnya dengan lip gloss pink.
"Nanda", tiba-tiba nyokab Nanda nyelonong masuk dan mendapati anaknya lagi dandan.
"Mama kaga salah liat nih? tumben amat kamu dandan? itu peralatan make-up sape?", nyokab Nanda heran
"Lah, si mama bukannya seneng liat anaknya cakep begini? itu peralatan make-up dapet pinjem dari si Tyas, udeh lah pokoknya mama tenang aje ye. Nanti nih pas Nanda turun ke bawah, semua mata tertuju pada Nanda. Kan nanti mama juga yang bangga kalo ada Ibu-ibu yang bilang "Aduh, jeng, anaknya cakep bener dah" iye kan?"
"Ya deh terserah kamu. Tapi jangan kelamaan ya, tamunya udah mulai rame tuh. Oh iya, nanti jangan lupa kamu temenin Ogy"
"Anak tetangga baru itu, Ma?"
"Iya"
"Sip"
Oh jadi namanya Ogy toh. Batin Nanda.
Tak berapa lama kemudian Nanda turun dari kamarnya, ia ngeliat cowok yang lagi dia taksir sedang duduk sambil celingukan gak jelas.
Tanpa buang waktu, Nanda segera menghampiri Ogy.
"Hai", sapa Nanda sok imut
"Hai juga, lho kamu kan.."
"Iya, yang jogging sama kamu waktu itu", Nanda menebar senyum semanis mungkin
"Wah, malam ini kamu beda banget ya", puji Ogy
"Makasih", Nanda geer
Hening sesaat. Keduanya malu-malu.
"Eh mendingan kita ngobrolnya jangan di sini deh, masa nyampur sama Ibu-ibu? di sono aje noh, di pinggir kolam renang", Nanda memecah keheningan lalu menarik tangan Ogy sampe ke depan kolam.
"Di sini kan sepi", ujar Ogy
"Yaelah, justru itu yang romantis", Nanda cekikikan sendiri
"Kita belom kenalan lho", Ogy mengigatkan
"Gue eh aku udah tau nama kamu kok, nama kamu Ogy kan? aku Nanda", Nanda nyengir
"Oh"
"Ngomong-ngomong hoby lo, eh, maksud aku hoby kamu apa?"
"Uhm, hobby aku jogging, spa, trus pergi ke salon, trus shopping, trus jalan-jalan ke Mall, trus berjemur, manicure, padicure, pokoknya banyak deh", jawab Ogy semangat
Nanda tersenyum ketir mendengar jawaban Ogy barusan "Wah.. hoby yang sangat aneh ya".
Anjrit! ternyata dugaan gue salah. Gumam Nanda
Ogy langsung ketawa. Tapi iiih ketawanya itu lho gak cowok banget.
"Ya mau gimana lagi, aku tuh paling gak bisa ninggalin semua hoby aku itu. Apalagi kalo gak ke salon. Rambut aku, kuku aku, kulit aku, semuanya kan butuh perawatan"
"Oh my god", Nanda kaget
"Kamu kenapa, Nan?"
"Waaaa...!", teriak Nanda lalu ngacir ke kamarnya
"Lho, Nanda kenapa sih teriak-teriak kayak gitu? jangan-jangan dia liat setan, aduh takuutt", Ogy ikutan ngibrit
Maudy, Tyas dan Gina ketawa ngakak mendengar cerita sahabatnya barusan.
"Ya ampun, Nanda, kasian banget sih lo. Sekalinya ngegebet cowok gak taunya dia bencis. Hahaha", Ledek Tyas
"Bukan cuma bencis tapi juga cowok metroseksual. Hiii" Gina geli sendiri
"Udah nasib lo kali dapet cowok bencis semua", seloroh Maudy
"Lo semua seneng kan liat gue menderita?", Nanda manyun
"Tenang aja, Nan, gak semua cowok di dunia ini bencis. Masih banyak kok yang jantan", hibur Maudy
"Dan andai aja Vino G Bastian mau sama gue, waahh", Nanda mengkhayal lagi
"Itu sih maunya lo", samber Tyas
"Gue juga mau kali", ujar Gina
"Ah, lo semua jangan pada ngarep deh, dia kan udah tunangan sama gue", Maudy gak mau kalah.
Lalu keempatnya pun larut dalam tawa.
*The End*
"Muka lo kenapa, Nan? lecek gitu. Lupa di gosok ya?" , ceplos Tyas
"Bener-bener sial hidup gue", Nanda meletakkan tasnya
"Emang ada apaan?", tanya Gina
"Lo tau gak sih, ternyata cowok yang satu komplek sama gue dan lagi gue incer itu satu spesies kayak Chiko sama Vicky, mantan-mantan gue sebelumnye", rutuk Nanda
"Satu spesies? maksud lo? gak ngerti gue", ujar Maudy, Tyas dan Gina ikut mengangguk
"Jadi gini ceritanya, kemaren malem kan ada acara arisan Ibu-ibu komplek di rumah gue, trus dia sama nyokabnya juga dateng", pikiran Nanda menerawang ke beberapa jam yanga lalu saat peristiwa itu terjadi.
"Gue mesti cakep malem ini", ucap Nanda sambil memoleskan bibirnya dengan lip gloss pink.
"Nanda", tiba-tiba nyokab Nanda nyelonong masuk dan mendapati anaknya lagi dandan.
"Mama kaga salah liat nih? tumben amat kamu dandan? itu peralatan make-up sape?", nyokab Nanda heran
"Lah, si mama bukannya seneng liat anaknya cakep begini? itu peralatan make-up dapet pinjem dari si Tyas, udeh lah pokoknya mama tenang aje ye. Nanti nih pas Nanda turun ke bawah, semua mata tertuju pada Nanda. Kan nanti mama juga yang bangga kalo ada Ibu-ibu yang bilang "Aduh, jeng, anaknya cakep bener dah" iye kan?"
"Ya deh terserah kamu. Tapi jangan kelamaan ya, tamunya udah mulai rame tuh. Oh iya, nanti jangan lupa kamu temenin Ogy"
"Anak tetangga baru itu, Ma?"
"Iya"
"Sip"
Oh jadi namanya Ogy toh. Batin Nanda.
Tak berapa lama kemudian Nanda turun dari kamarnya, ia ngeliat cowok yang lagi dia taksir sedang duduk sambil celingukan gak jelas.
Tanpa buang waktu, Nanda segera menghampiri Ogy.
"Hai", sapa Nanda sok imut
"Hai juga, lho kamu kan.."
"Iya, yang jogging sama kamu waktu itu", Nanda menebar senyum semanis mungkin
"Wah, malam ini kamu beda banget ya", puji Ogy
"Makasih", Nanda geer
Hening sesaat. Keduanya malu-malu.
"Eh mendingan kita ngobrolnya jangan di sini deh, masa nyampur sama Ibu-ibu? di sono aje noh, di pinggir kolam renang", Nanda memecah keheningan lalu menarik tangan Ogy sampe ke depan kolam.
"Di sini kan sepi", ujar Ogy
"Yaelah, justru itu yang romantis", Nanda cekikikan sendiri
"Kita belom kenalan lho", Ogy mengigatkan
"Gue eh aku udah tau nama kamu kok, nama kamu Ogy kan? aku Nanda", Nanda nyengir
"Oh"
"Ngomong-ngomong hoby lo, eh, maksud aku hoby kamu apa?"
"Uhm, hobby aku jogging, spa, trus pergi ke salon, trus shopping, trus jalan-jalan ke Mall, trus berjemur, manicure, padicure, pokoknya banyak deh", jawab Ogy semangat
Nanda tersenyum ketir mendengar jawaban Ogy barusan "Wah.. hoby yang sangat aneh ya".
Anjrit! ternyata dugaan gue salah. Gumam Nanda
Ogy langsung ketawa. Tapi iiih ketawanya itu lho gak cowok banget.
"Ya mau gimana lagi, aku tuh paling gak bisa ninggalin semua hoby aku itu. Apalagi kalo gak ke salon. Rambut aku, kuku aku, kulit aku, semuanya kan butuh perawatan"
"Oh my god", Nanda kaget
"Kamu kenapa, Nan?"
"Waaaa...!", teriak Nanda lalu ngacir ke kamarnya
"Lho, Nanda kenapa sih teriak-teriak kayak gitu? jangan-jangan dia liat setan, aduh takuutt", Ogy ikutan ngibrit
Maudy, Tyas dan Gina ketawa ngakak mendengar cerita sahabatnya barusan.
"Ya ampun, Nanda, kasian banget sih lo. Sekalinya ngegebet cowok gak taunya dia bencis. Hahaha", Ledek Tyas
"Bukan cuma bencis tapi juga cowok metroseksual. Hiii" Gina geli sendiri
"Udah nasib lo kali dapet cowok bencis semua", seloroh Maudy
"Lo semua seneng kan liat gue menderita?", Nanda manyun
"Tenang aja, Nan, gak semua cowok di dunia ini bencis. Masih banyak kok yang jantan", hibur Maudy
"Dan andai aja Vino G Bastian mau sama gue, waahh", Nanda mengkhayal lagi
"Itu sih maunya lo", samber Tyas
"Gue juga mau kali", ujar Gina
"Ah, lo semua jangan pada ngarep deh, dia kan udah tunangan sama gue", Maudy gak mau kalah.
Lalu keempatnya pun larut dalam tawa.
*The End*
Salah satu cerita dari Novel Gue,,,haha (judulnya GENG KACRUT)
By : Unknown
Salah satu cerita dari Novel Gue,,,haha (judulnya GENG KACRUT)
Hmm
sebenarnya bukan geng sih karena kami gak pernah berunding untuk
menentukan kapan geng ini di bentuk. Yang jelas gue dan temen-temen gue
yang terdiri dari 8 orang aneh ini selalu ngumpul dan mengerubung saat
guru gak masuk ke kelas kami.
Biar gue jelaskan satu persatu.
Yang pertama adalah gue, yang selalu di samakan seperti Elisa Tornberries. Tau kan? salah satu tokoh di film kartun The Wild Tornberries yang punya badan kayak orang kena busung lapar dengan rambut kruwel-kruwelnya yang selalu di kuncir dua.
Kedua, teman terbaik gue : Adih
Si Adih ini selalu di cengin dengan sebutan Aming oleh beberapa anak-anak cowok di kelas gue yang udah terkenal kebandelannya di semua kelas. Adih punya badan tinggi dan kulitnya hitam. Ada satu hal yang bikin dia beda dari cowok-cowok lain, Adih agak kemayu. Pembawaannya tenang dan lembut mirip perempuan. Tapi walaupun begitu Adih tetep cowok tulen. Gue percaya itu karena dia sering cerita ke gue kalo dia senang punya banyak kolor berwarna biru.
Sungguh keyakinan yang sangat aneh.
Ketiga adalah Ryanda Fahlevi, panggilannya Levi.
Gue sama Adih sering ngatain dia dengan sebutan cacing pita. Kenapa? karena badan Levi gendut dan gempal sehingga gue dan Adih berasumsi pasti ada sekerumunan cacing pita hidup di perutnya. Gak hanya cacing pita aja, sodara-sodaranya yang lain seperti cacing pipih dan cacing kremi juga ikut ngumpul disana.
Keempat, Lala. Orangnya tinggi, kulitnya hitam dan rada tomboy. Lala termasuk salah satu anak paling pinter di kelas gue. Kalo ada pelajaran matematika yang soalnya susah, gue pasti nanya sama Lala. Lala orangnya gak tegaan,apalgi kalo liat muka gue yang memelas ini pasti dengan senang hati dia langsung ngajarin gue.
Kelima, Audy. Berjenis kelamin laki-laki dan satu spesies dengan Levi karena mempunyai badan yang gemuk. Audy adalah tetangga gue, orangnya cerewet dan banyak bacot. Audy termasuk orang yang gampang ngotot kalo ngomong, dia juga sok tau. Misalnya gue dan temen-temen yang lain lagi ngobrolin sesuatu, nanti tiba-tiba dia pasti nyamber "Ih, apaan, orang kemaren gue liat berita trus katanya bla bla bla" atau kalo gak "Dih kata siapa lo, orang bla bla bla". Haah pengen banget gue sumpel mulutnya pake kaos kaki tiap dia ngomong begitu.
Keenam, Mayang. Nama panjangnya Dian Mayang Sari. Orangnya tinggi, cantik, tapi agak centil. Mayang yang punya sebutan Yangming punya kemampuan yang amat menakjubkan, kemampuan yang sangat langka dan jarang di temukan di belahan dunia manapun. Dia sangat bangga karena di anugerahi sesuatu yang begitu spektakuler, dan dia juga selalu mempertontonkan kemampuannya itu di depan gue dan temen-temen yang lain. Kemampuannya itu adalah kuping Yangming bisa bergerak sendiri tanpa di sentuh sedikitpun. Benar-benar kemampuan yang sangat aneh.
Ketujuh, Bagas. Sungguh miris hidupnya temen gue yang satu ini. Sejak lahir Bagas seperti anak yang dikutuk menjadi anak yang kurang bergairah di manapun dan kapanpun dia berada. Haha, gimana enggak, setiap kali ia di perbudak oleh Aban, Bagas cuma bisa senyam-senyum tanda pasrah. Banyak banget sebutan yang gue dan Adih bikin buat dia. Salah duanya adalah Klimpang dan kaki mungil. Klimpang, karena badannya tipis kaya emping. Trus Kaki mungil, karena kakinya kecil banget. Tapi biarpun begitu Bagas orangnya asik buat di ajak ngobrol.
Kedelapan, Danton Taufik Himawan, panggilannya Danton. Menurut gue cuma Danton doang manusia paling normal di antara ke delapan makhluk ab normal yang gue ceritain saat ini. Ganteng, tinggi, berkacamata, pinter, tegap, dan terlihat berwibawa. Benar-benar idaman para wanita. Gue dan Adih sering manggil Danton dengan sebutan Chaki, itu lho salah satu bayi berambut keriting merah di film kartun Rugrats. Selain paling normal, Danton juga paling omes alias otak mesum. Dia orang yang paling semangat dan paling tahu kalo kami lagi ngomongin soal sex. Sedangkan gue orang paling bego kalo ngomongin soal itu.
Kesembilan, Rahmat Galih. Biasa di panggil Galih. Rambutnya rada jabrik, mungkin karena ayahnya seorang Polisi (emang ngaruh?). Galih orangnya cuek banget dan gak jelas. Kadang dia duduk sama Adih, kadang duduk sama anak-anak cowok di bangku belakang. Kadang dateng, kadang pergi, kadang gelantungan, kadang makan pisang dan kadang jungkir balik sendiri tanpa sebab. Lho, gak ding. Pokoknya Galih gak jelas banget deh. Sebutan dari gue dan Adih buat Galih adalah Kak Doni. Sampe sekarang pun gue sama Adih juga bingung kenapa bisa ngasih nama itu buat Galih.
Itulah delapan temen gue yang masih gue sayangi sampe sekarang. Moment lucu, cerita-cerita seru, semuanya masih terekam di memori gue ini. Masa-masa waktu di kelas 2H bersama kalian adalah masa sekolah paling indah buat gue. Dan dimanapun kalian berada, catatan ini gue persembahkan buat kalian. Miss you all ...
catatan : Ini cerpen karya sahabat terbaik yang juga menjabat sebagai pacar gue. Eittss,
gue udah dapet izin kok dari dia buat ngeramein blog gue dengan cerpen-cerpennya. "Happy reading all "
Biar gue jelaskan satu persatu.
Yang pertama adalah gue, yang selalu di samakan seperti Elisa Tornberries. Tau kan? salah satu tokoh di film kartun The Wild Tornberries yang punya badan kayak orang kena busung lapar dengan rambut kruwel-kruwelnya yang selalu di kuncir dua.
Kedua, teman terbaik gue : Adih
Si Adih ini selalu di cengin dengan sebutan Aming oleh beberapa anak-anak cowok di kelas gue yang udah terkenal kebandelannya di semua kelas. Adih punya badan tinggi dan kulitnya hitam. Ada satu hal yang bikin dia beda dari cowok-cowok lain, Adih agak kemayu. Pembawaannya tenang dan lembut mirip perempuan. Tapi walaupun begitu Adih tetep cowok tulen. Gue percaya itu karena dia sering cerita ke gue kalo dia senang punya banyak kolor berwarna biru.
Sungguh keyakinan yang sangat aneh.
Ketiga adalah Ryanda Fahlevi, panggilannya Levi.
Gue sama Adih sering ngatain dia dengan sebutan cacing pita. Kenapa? karena badan Levi gendut dan gempal sehingga gue dan Adih berasumsi pasti ada sekerumunan cacing pita hidup di perutnya. Gak hanya cacing pita aja, sodara-sodaranya yang lain seperti cacing pipih dan cacing kremi juga ikut ngumpul disana.
Keempat, Lala. Orangnya tinggi, kulitnya hitam dan rada tomboy. Lala termasuk salah satu anak paling pinter di kelas gue. Kalo ada pelajaran matematika yang soalnya susah, gue pasti nanya sama Lala. Lala orangnya gak tegaan,apalgi kalo liat muka gue yang memelas ini pasti dengan senang hati dia langsung ngajarin gue.
Kelima, Audy. Berjenis kelamin laki-laki dan satu spesies dengan Levi karena mempunyai badan yang gemuk. Audy adalah tetangga gue, orangnya cerewet dan banyak bacot. Audy termasuk orang yang gampang ngotot kalo ngomong, dia juga sok tau. Misalnya gue dan temen-temen yang lain lagi ngobrolin sesuatu, nanti tiba-tiba dia pasti nyamber "Ih, apaan, orang kemaren gue liat berita trus katanya bla bla bla" atau kalo gak "Dih kata siapa lo, orang bla bla bla". Haah pengen banget gue sumpel mulutnya pake kaos kaki tiap dia ngomong begitu.
Keenam, Mayang. Nama panjangnya Dian Mayang Sari. Orangnya tinggi, cantik, tapi agak centil. Mayang yang punya sebutan Yangming punya kemampuan yang amat menakjubkan, kemampuan yang sangat langka dan jarang di temukan di belahan dunia manapun. Dia sangat bangga karena di anugerahi sesuatu yang begitu spektakuler, dan dia juga selalu mempertontonkan kemampuannya itu di depan gue dan temen-temen yang lain. Kemampuannya itu adalah kuping Yangming bisa bergerak sendiri tanpa di sentuh sedikitpun. Benar-benar kemampuan yang sangat aneh.
Ketujuh, Bagas. Sungguh miris hidupnya temen gue yang satu ini. Sejak lahir Bagas seperti anak yang dikutuk menjadi anak yang kurang bergairah di manapun dan kapanpun dia berada. Haha, gimana enggak, setiap kali ia di perbudak oleh Aban, Bagas cuma bisa senyam-senyum tanda pasrah. Banyak banget sebutan yang gue dan Adih bikin buat dia. Salah duanya adalah Klimpang dan kaki mungil. Klimpang, karena badannya tipis kaya emping. Trus Kaki mungil, karena kakinya kecil banget. Tapi biarpun begitu Bagas orangnya asik buat di ajak ngobrol.
Kedelapan, Danton Taufik Himawan, panggilannya Danton. Menurut gue cuma Danton doang manusia paling normal di antara ke delapan makhluk ab normal yang gue ceritain saat ini. Ganteng, tinggi, berkacamata, pinter, tegap, dan terlihat berwibawa. Benar-benar idaman para wanita. Gue dan Adih sering manggil Danton dengan sebutan Chaki, itu lho salah satu bayi berambut keriting merah di film kartun Rugrats. Selain paling normal, Danton juga paling omes alias otak mesum. Dia orang yang paling semangat dan paling tahu kalo kami lagi ngomongin soal sex. Sedangkan gue orang paling bego kalo ngomongin soal itu.
Kesembilan, Rahmat Galih. Biasa di panggil Galih. Rambutnya rada jabrik, mungkin karena ayahnya seorang Polisi (emang ngaruh?). Galih orangnya cuek banget dan gak jelas. Kadang dia duduk sama Adih, kadang duduk sama anak-anak cowok di bangku belakang. Kadang dateng, kadang pergi, kadang gelantungan, kadang makan pisang dan kadang jungkir balik sendiri tanpa sebab. Lho, gak ding. Pokoknya Galih gak jelas banget deh. Sebutan dari gue dan Adih buat Galih adalah Kak Doni. Sampe sekarang pun gue sama Adih juga bingung kenapa bisa ngasih nama itu buat Galih.
Itulah delapan temen gue yang masih gue sayangi sampe sekarang. Moment lucu, cerita-cerita seru, semuanya masih terekam di memori gue ini. Masa-masa waktu di kelas 2H bersama kalian adalah masa sekolah paling indah buat gue. Dan dimanapun kalian berada, catatan ini gue persembahkan buat kalian. Miss you all ...
catatan : Ini cerpen karya sahabat terbaik yang juga menjabat sebagai pacar gue. Eittss,
gue udah dapet izin kok dari dia buat ngeramein blog gue dengan cerpen-cerpennya. "Happy reading all "
DENDAM KESUMAT
By : Unknown
DENDAM KESUMAT (Nyi Egha dari Rawa Angker)
oleh Egha Mahardhika (buny) & Sutihat Rahayu (tawon)
Cinta itu rumit dan membingungkan. Datang tak di jemput, pulang tak di antar. Kayak jailangkung gitu deh.
Dan lo Muhammad Arga (maaf, nama lo gue samarkan demi kepentingan privacy), lo adalah cowok pertama yang udah menyakiti hati gue. Bikin gue nangis 7 hari 7 malem, gak mau makan kalo belum laper, dan susah buang air besar karena inget wajah lo. Lo adalah cinta pertama gue dan lo juga orang pertama yang berhasil membuat gue merasakan gimana rasanya patah hati. Sakit banget tau rasanya, sumpah deh gak bo'ong. Untung aja pada waktu itu gue masih punya kesadaran. Karena kalo gak, gue mungkin udah mencoba bunuh diri pake pisau plastik.
Penyesalan memang selalu datang belakangan, itu yang gue rasain sekarang. Harusnya dulu gue gak melakukan tindakan bodoh itu, tindakan yang pada akhirnya menyakiti hati gue sendiri. Gue terlalu cepat ambil keputusan. Gue juga bego karena udah yakin dan kepedean bakal jadian sama Arga. Walaupun peristiwa itu terjadi 6 tahun yang lalu, entah kenapa gue sama sekali gak bisa melupakannya. Semakin gue inget, semakin gue benci sama Arga. Seperti saat ini, saat gue kembali menceritakan peristiwa itu, hati gue seperti teriris lagi.
Mungkin menurut lo, gue gak cantik. Tapi lo salah, gue itu sangat cantik. Lo gak liat muka gue mirip sama Laudya Chintya Bella?. Yak, gue emang mirip banget sama Laudya Chintya Bella, Laudya Chintya Bella abis berendem di lumpur Lapindo.
Gue juga gak semontok mantan lo itu, tapi coba lo perhatiin lagi dengan seksama. Body gue sebelas dua belas kayak Olla Ramlan (fitnah banget).
Pengen banget gue nutupin kepala gue pake kardus tiap mau masuk kelas. Alasannya karena gue malu, malu sama "N".
Tapi lama kelamaan gue sadar, di balik gaya si "N" yang sok cakep dan sok keren, ternyata otaknya cuma segede otak ikan teri.Masih mending gue, ya walaupun gue gak pinter-pinter banget.
Seharusnya sampe sekarang gue gak boleh mengingat-ingat apapun yang berhubungan dengan Muhammad Arga, tapi sepertinya peristiwa itu gak bakal bisa gue lupain seumur hidup gue. Gue rasa gue punya dendam kesumat sama dia. Namun biar begitu, gue gak akan nyewa pembunuh bayaran kok untuk membunuh Arga. Mana mampu gue nyewa pembunuh bayaran, buat jajan gue sendiri aja kurang.
Kota Kematian
By : UnknownOleh; Sutihat rahayu suadhi
Desir ombak lautan hatiku bergemuruh diantara riak-riak kepedihan, entah sepedih apa perasaan itu. Perlahan tabir penutup wajahnya terbuka mentransparansi segala pertanyaan yang mengiang-ngiang didalam benakku. Tentang rasa ??
Dia mendekapku dalam lautan sunyi kesedihan yang tak bertepi, hanya jejak-jejak yang tersapu ombak yang mampu membesarkan hati, jejak penghianatannya. Tentang rasa bolehkah aku bercerita sedikit lebih riang, tidak dingin seperti hujan yang membekukan jemariku sore tadi.
Tentang perempuan yang tak punya harapan tentang cintanya. Satu hari pada satu waktu air mata itu akan jatuh pada pikiranmu. hanya pada suatu hari saat aku pergi ke kota tua dimana perjalanan hidupku dimulai disana. Aku ingin pulang ketempat yang lebih teduh diantara harapan suci perempuan yang mengikhlaskan hatinya mati di kota tua.
Perempuan itu menapaki mega-mega dalam pusaran tatapan kosong. Berjalan dari kota tua menuju kota mati diujung pengharapannya. Guratan lelah diwajahnya hanya bagian dari waktu yang harus segera usai, perempuan itu terombang ambing dalam duka malam yang tak kunjung usai. Mencari jawaban dipenghabisan malam melalui rapalan doa berbaur tangisan yang mengerikan diujung sunyi.
Dikota mati, ia tak bergeming memandang dusta-dusta para penunggu pulau. Tak ada jalan selain kembali, kata mereka dengan nada kesinisan yang menghancurkan sebutir harapan yang kugenggam sedari malam tadi. Tuhanku, dimanakah langitmu dan laut-laut menemukan batasnya ??". Aku ingin mencari kebenaran atas dusta-dusta yang mereka bicarakan dengan lantangnya. Aku hanya perempuan sunyi, yang terguguk dipenghabisan malam memohon engkau menguatkan hati yang tersesat dikota tua menuju kota kematian.
![]() |
| kota kematian- sutihat r sudhi |
Desir ombak lautan hatiku bergemuruh diantara riak-riak kepedihan, entah sepedih apa perasaan itu. Perlahan tabir penutup wajahnya terbuka mentransparansi segala pertanyaan yang mengiang-ngiang didalam benakku. Tentang rasa ??
Dia mendekapku dalam lautan sunyi kesedihan yang tak bertepi, hanya jejak-jejak yang tersapu ombak yang mampu membesarkan hati, jejak penghianatannya. Tentang rasa bolehkah aku bercerita sedikit lebih riang, tidak dingin seperti hujan yang membekukan jemariku sore tadi.
Tentang perempuan yang tak punya harapan tentang cintanya. Satu hari pada satu waktu air mata itu akan jatuh pada pikiranmu. hanya pada suatu hari saat aku pergi ke kota tua dimana perjalanan hidupku dimulai disana. Aku ingin pulang ketempat yang lebih teduh diantara harapan suci perempuan yang mengikhlaskan hatinya mati di kota tua.
Perempuan itu menapaki mega-mega dalam pusaran tatapan kosong. Berjalan dari kota tua menuju kota mati diujung pengharapannya. Guratan lelah diwajahnya hanya bagian dari waktu yang harus segera usai, perempuan itu terombang ambing dalam duka malam yang tak kunjung usai. Mencari jawaban dipenghabisan malam melalui rapalan doa berbaur tangisan yang mengerikan diujung sunyi.
Dikota mati, ia tak bergeming memandang dusta-dusta para penunggu pulau. Tak ada jalan selain kembali, kata mereka dengan nada kesinisan yang menghancurkan sebutir harapan yang kugenggam sedari malam tadi. Tuhanku, dimanakah langitmu dan laut-laut menemukan batasnya ??". Aku ingin mencari kebenaran atas dusta-dusta yang mereka bicarakan dengan lantangnya. Aku hanya perempuan sunyi, yang terguguk dipenghabisan malam memohon engkau menguatkan hati yang tersesat dikota tua menuju kota kematian.
Ikhwanul Muslimin dan Madrasah Hasan al- Banna
By : UnknownOleh: Sutihat rahayu suadhi
Awal saya membaca Buku ini menjelaskan tentang sistem pendidikan kaum muslimin , mulai darri pendidikan tradisiona, sekuler, dan Modern. Dimana juga disana ada tokoh sufi islami yang sangat saya kagumi syeikh Imam Hasan Al-Banna. Ini ada di halaman (62) saya sangat suka pemikiran Al-Banna dibuku ini dan para pemikir guru-guru besar islam yang lainnya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan . Happy reading --
![]() |
| Imam hasan Al- Banna |
Awal saya membaca Buku ini menjelaskan tentang sistem pendidikan kaum muslimin , mulai darri pendidikan tradisiona, sekuler, dan Modern. Dimana juga disana ada tokoh sufi islami yang sangat saya kagumi syeikh Imam Hasan Al-Banna. Ini ada di halaman (62) saya sangat suka pemikiran Al-Banna dibuku ini dan para pemikir guru-guru besar islam yang lainnya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan . Happy reading --
Di antara gerakan islam modern yang paling berpengaruh dan dapat menberi formulasi metode intelektual dan mengembangkan sistem pendidikan paling menonjol adalah gerakan ikhwan al- muslimin didirikan oleh syeikh Imam Hasan Al-Banna pada tahun 1928 ketika beliau berusia 20-an bersama beberapa orang sahabatnya. Keberhasilan gerakan ini tidak terlepas dari figur pendirinya yang agung, Hasan Al- Banna, seorang pendidik, pembina, dan pembangun ummah yang jenius dalam segala lapangan kehidupan. Telah terkumpul padanya sifat kepemimpinan , da'i , Ulama, Orator, ekonom, ideolog sekaligus sufi yang tawadhu'.
Beliau telah berhasil mendirikan sebuah lembaga bagi gerakan sosial yang besar dan kuat, memberinya kaidah-kaidah, program, orientasi,misi, planning yang sangat jelas dan menyeluruh, sehingga gerakan ini sangat menyeluruh, sehingga gerakan ini sangat ditakuti penjajah inggris dan kaki tangannya pada kerajaan faruk.
Al-banna sendiri adalah alumni pendidikan tradisional Dar al- Ulum yang berhasil menegakkan sistem dan metode gabungan sehingga menjadikan gerakannya ibarat universitas modern yang membina dan membimbing dan membina masyarakat muslim menjadi pribadi-pribadi yang soleh sekaligus mampu berinteraksi dengan perubahan dan pembangunan.
Gerakannya telah membangunkan antara aliran-aliran tradisional islam seperti aliran fiqih, tasawuf, kalam, dan mengkombinasikannya dengan teori gerakan sosial modern sehingga melahirkan formulasi gerakan islam yang berakar pada tradisi islam namum mampu menjawab dan memberikan solusi pada masyarakat modern, sehingga ikhwanul muslimin menumbuhkan kepercayaan kaum muslimin akan kemampuan ajaran islam menyelesaikan problematika dunia modern.
" Membangun Kembali Sistem Pendidikan Kaum Muslimin" Karya Dr. Hilmi Bakar Al- mascaty.
LELAKIKU
By : Unknown
LELAKIKU (Perempuan Yang Melukis
Wajahmu )
Oleh : Sutihat Rahayu Suadhi
![]() |
| Sutihat rahayu suadhi -lelakiku |
Lelakiku , tak pernahkah kau
menyadari seperti apa hujan yang turun membasahi bumi kita. Bumi yang pernah
kita pijaki dengan langkah pasti menuju musim berikutnya. Dalam butiran bening
yang langit hadiahkan pada semesta. kita menari dimusim ini, dimana wangi tanah
basah menguap satu-satu seperti harapan kita. Hasrat hati kita merekah bak
bunga-bunga.
Lelakiku, Aku
tercipta dari tulang rusukmu yang senantiasa kau jaga. Kita dipertemukan untuk
menjadi satu kesatuan yang utuh. Seperti akuyang berharap musim berikutnya kita
masih bersama dalam nanungan asmara yangagung, yang akan kita bawa dialtar suci
pernikahan, dimana kita berjanji padatuhan untuk setia sampai maut memisahkan,
dalam suka dan duka dalam susah dansenang kita harus tetap dalam kebersamaan
yang halal.
Lelakiku, taukah
kau hatiku masih terus bergemuruh denganh ebatnya. Gemercik keraguannya
terdengar seperti hujan sore itu. Hatimu kinitak lagi utuh, ada dua ruang
disana. Masihkah musim berikutnya harapan kitatetap menjadi sebuah kenyataan
yang indah. Dimana saat aku bisa mendampingimudalam seulas senyum kebahagiaan
yang terus mengembang sepanjang hari hinggahari-hari berikutnya. Masih bolehkah
aku berharap hari itu bukan hanya mimpiyang kubangun dari harapan-harapan
kosong. Hujan berikutnya kita akan menjadisepasang kekasih yang bisa saling
memeluk membekukan dingin yang menyergap tubuh kita, dan kita bisa
menikmati malam dalam kenikmatan surgawi.
Lelakiku, Bukankah
wanita itu hanya orang asing yang akan menghancurkan mimpi yang telah kita
bangun dengan cinta yang menggebu. Sudah musim-musim kita lewati dalam tatapan
cinta tanpa satu kisipun yangmengusiknya. Saat musim gugur kita berjalan
diantara bunga-bunga yangberguguran , kau erat menggenggam tanganku dan
kita bergandengan sepanjang jalan dalam senyum penuh kebahagiaan.
Lelakiku, aku
rancuh karna kita sudah tak memiliki hujan dalam kebersamaan. Kau yang diam
dalam sejuta keraguanmu. Sudah tak ada kehangatan genggaman tanganmu, tak ada
senyum yang saling bertemu dalam naunganasmara kita. Hanya sikap yang semakin
dingin dan semakin dingin kurasakanmenusuk tulangku, menghancurkan mimpi-mimpi
yang pernah terbangun denganindahnya. Kini kurasa satu-satu daun-daun
berguguran didepan sana mengering dantergerus debu-debu. Hati itu memutih
diujung senja, masih bisakah kusimpanmimpi-mimpi itu untuk esok dan esoknya
lagi sampai hati itu kembali melihatkudalam tatapan kasih.
Lelakiku, aku
masih menunggu hujan datang dimana kitaa bisamenari bersama didalamnya,
diantara butiran bening yang langit hadiahkan untukdua jiwa yang menemukan
jalan kebersamaan setelah badai menghancurkan setiapkeping hati itu, lalu
pemaafan yang tulus diberikannya. Mungkin penantian inimasih akan panjang , atau
hanya penantian yang sia-sia. Karna cinta itu aku sanggupmenunggu penghianatan
itu mereda, sampai kau bisa melihatku seperti waktu itu.Saat musim gugur,musim
semi, musim hujan, dan musim-musim yang terlalu indahuntuk hanya dibekukan
dalam sebuah kenangan.
Lelakiku, cinta
kita sesederhana hujan hari ini. Bersama pelangi kulukis wajahmu dalam ingatan
yang tak pernah memudar meski kau bersembunyi menunggu hujan berikutnya
kembali. Meski hujan berikutnya tak pernah menjadi hujan kita, aku akan
menunggumu dalam keikhlasan waktu yangbergulir satu-satu menjadi sebutir debu
halus yang akan menghilang tanpasepatah kata, terbawa angin.
Lelakiku, Setelah hujan ini berakhir
kita tak tahu mungkin waktu yang kita lewati tak akan pernah sama lagi.
Semuanya akan berbeda menjadi sekeping cerita yang hanya berbalut masa dimana
ia harus berlalu. Hujan kita harus berakhir dimusim ini. Harapanku tentang
kebersamaan kita , tentang indahnya janji yang akan kita ucapkan dihadapan
tuhan kita, tentang hujan kita,semua harus kuhentikan.
--Tawon--








.jpg)
